gemuk is desire

February 21, 2007

Bangsa Yang Menggemari Pedofilia

Filed under: Essays

Bangsa Yang Menggemari Pedofilia

Oleh : Zayyin Alfi Jihad

Ketika mendengar kata pedofilia, bayangan saya langsung tertuju pada beberapa berita yang akhir-akhir ini banyak menghiasi rubrik kriminal baik di media cetak maupun elektronik. Pada rubrik kriminal tersebut sering ditemukan beberapa kasus yang melibatkan anak kecil sebagai korbannya. Misalnya, kasus pencabulan yang dilakukan seorang kakek pada cucunya yang masih ingusan, seorang ayah yang tega menyiksa anak kandungnya yang masih di bawah umur, dan masih banyak lagi beberapa tragedi yang melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai objek kekerasannya.

Anak-anak seharusnya bisa tertawa riang dan bermain dengan gembira. Bukan malah dijadikan objek kekerasan yang bisa menyebabkan kematian mereka. Kehidupan anak-anak yang semestinya bisa dinikmati dengan rasa suka cita malah menyisakan ruang-ruang kekhawatiran atas keberlangsungan kehidupan mereka. Isak dan tangis kemudian menjadi penghias anak-anak yang pernah mengalami tragedi penyiksaan tersebut. Hal ini makin diperparah dengan sedikitnya anak-anak yang mau mengadu ke pihak yang berwajib, atau minimal kepada orang terdekatnya tentang derita yang mereka alami. Hal ini juga yang kemudian sering menyulitkan petugas untuk mengambil tindakan.

Untunglah pada tahun 2002 kemudian pemerintah mengeluarakan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan adanya undang-undang ini, setidaknya sudah ada payung hukum yang mampu menaungi anak-anak tersebut dari perilaku orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Selanjutnya, tinggal bagaimana menyosialisasikan undang-undang ini ke masyarakat. Sebab, masyarakat di negara ini sering bersifat apatis terhadap hukum, karena orientasi hukum yang masih tebang pilih dalam menentukan kebenaran.

Pedofilia adalah kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak kecil. Di negara-negara barat, pedofilia biasanya diartikan sebagai keinginan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak yang berusia di bawah 13 tahun. Seseorang yang didiagnosis pedofilia, setidaknya berusia 16 tahun dan biasanya minimal 5 tahun lebih tua daripada korban. Penderita sangat terganggu dan fikirannya dipenuhi dengan khayalan seksual tentang anak-anak, meskipun tidak terjadi aktivitas seksual yang sesungguhnya. Penderita mungkin hanya tertarik pada anak-anak kecil dalam keluarganya sendiri (incest), atau mereka bisa juga mengincar anak-anak kecil di lingkungan sekitarnya. Penderita bisa melakukan pemaksaan atau kekerasan untuk berhubungan seksual dengan anak-anak tersebut dan memberikan ancaman agar korbannya tutup mulut.

Namun pada perkembangannya perilaku pedofilia ini tidak hanya berkutat pada wilayah seksual belaka. Sebab, pemuasan yang didapat tidak hyanya sebatas pada wilayah seksual. Kepuasan itu juga terjadi saat pelaku melakukan penyiksaan, kesewenang-wenangan, arogansi, hingga mengakibatkan kematian.

Bagaimana jadinya jika perilaku pedofilia kemudian menjalar pada berbagai bidang yang masuk dalam kategori anak-anak. Anak-anak tidak hanya dimaknai sebagai realitas fisik (seperti bocah kecil berusia 1-18 tahun) dengan segala sifat-sifatnya. Akan tetapi, muncul sebagai sebuah realitas yang dianggap masih baru, muda, masa pertumbuhan dan berhak mendapat masa depan yang cemerlang. Bayangkan jika jika perilaku pedofilia kemudian bermunculan pada wilayah ekonomi, politik, sosial dan budaya, bagaimana kemudian metamorfosa pedofilia itu berlangsung?

Pedofilia dan Penyakit Nasional

Pasca reformasi 1998, indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Demokrasi menjadi buah bibir di mana-mana. Demokrasi diangggap sebagai satrio piningit yang akan membawa Indonesia pada tatanan negara yang lebih maju dan harmonis. Atas dasar demokrasi jugalah, kemudian kran kebebasan bergaung di mana-mana, masyarakat mulai merasa dirinya punya hak terhadap negaranya.

Akan tetapi pertumbuhan demokrasi yang baru seumur jagung ini banyak mengalami kejadian tragis di dalamnya. Pada awal pemerintahan telah tercium aroma politis yang cukup kuat. Hal ini ditunjukan dengan keberadaan para wakil rakyat yang hanya mementingkan ambisi pribadi dan partai. Mereka lebih sering memikirkan kemenangan partai dan kenaikan gaji daripada harus bersusah payah berfikir untuk menumbuhkan iklim demokratis di masyarakat (ingat kasus rapelan gaji angota dewan). Para wakil rakyat hanya menjadi alat dan simbol untuk mencabuli nilai-nilai demokrasi yang baru mulai tumbuh di negari ini.

Pertumbuhan ekonomi pasca resesi yang baru belajar melangkah, tiba-tiba harus tersungkur dengan adanya kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang berlapis. Hal ini telah mengakibatkan banyak memunculkan orang-orang miskin baru. Kenaikan BBM yang diikuti dengan kenaikan berbagai macam harga di beberapa sektor telah membuat masyarakat menjadi semakin kerdil dengan kehidupannya. Karena kenaikan BBM, masyarakat nelayan telah mengalami kerugian yang begitu besar dan membuat mereka enggan untuk melaut, sebab biaya membeli solar sangat tinggi dan tidak sebanding dengan hasil tangkapan mereka. Kenaikan BBM pula yang mengakibatkan beberapa orang tidak mampu lagi membeli kebutuhan pokok mereka. Sehingga banyak ditemui orang-orang yang hanya bisa mengonsumsi gaplek (makanan dari ketela pohon), nasi aking (olahan dari nasi yang sudah basi) dan bahkan beberapa lainnya hanya mengandalkan belas kasihan orang lain untuk makan sehari-hari. Bukankah pemerkosaan pada pertumbuhan ekonomi yang baru merangkak juga perilaku pedofilia? Apakah pelecehan atas hak-hak masyarakat untuk mendapat kesejahteraan yang layak juga disebut perilaku pedofilia?

Perilaku pedofilian juga bisa kita temui pada persoalan sosial dan budaya. Perdamaian yang mulai bersemi di negera ini pasca konflik SARA yang terjadi di Ambon, Maluku, Poso dan beberapa daerah lainnya harus terkoyak lagi oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Keresahan kembali menggelayuti para warga di Bumi Sintuwu Maroso alias Poso. Akhir-akhir banyak sekali kejadian dan isu-isu yang mencoba menciptakan iklim tidak tenang yang berbau SARA di bumi Poso. Mulai dari peristiwa mutilasi tiga siswi SMU yang menghebohkan hingga isu-isu bom dan yang terakhir adalah kasus Tanah Runtuh yang menewaskan satu orang dan melibatkan beberapa anggota Brimob dan TNI. Perdamaian yang mulai dipupuk dari awal dan baru bertunas ini telah dikoyak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab, apakah ini juga bukan bagian dari praktik pedofilia?

Pendidikan yang diharapkan mampu membentuk generasi bangsa yang lebih maju dan berwawasan luas ternyata malah membuat banyak anak usia sekolah di negara ini tidak dapat menikmatinya. Hal ini disebabkan biaya pendidikan yang mahal. Sehingga tidak mampu dijangkau oleh masyarakat miskin. Pendapatan mereka hanyab cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Boro-boro memikirkan sekolah, untuk makan keesokan harinya saja mereka pusing memikirkannya. Kondisi pendidikan semacam ini telah “membunuh” anak bangsa yang harusnya mengenyam pendidikan untuk masa depannya. Akhirnya mereka hanya puas dengan menjadi gelandangan di jalanan tanpa jaminan hidup yang layak.

Bangsa dengan kondisi yang Akut

Kalau perilaku pelecehan dan kekerasan terhadap Anak mampu dipayungi dalam naungan aturan dan undang-undang yang jelas, lalu bagaimana dengan perilaku-perilaku pedofilia pada ranah yang lebih publik dan korban yang dihasilkan juga lebih banyak. Bukankah membakar hutan yang mengakibatkan kematian berbagai macam tanaman yang baru tumbuh dan siap berkembang adalah kecenderungan pedofilia? Mahalnya biaya pendidikan yang mengakibatkan banyak anak-anak usia sekolah harus meninggalkan bangku sekolah karena tidak mampu menyelesaikan urusan administrasi, apakah juga bukan kecenderungan pedofilia? Mencederai iklim demokratis yang baru muncul dengan ambisi-ambisi politis yang mengakibatkan bangsa ini terus terseok, apakah juga bukan perilaku peofilia?

Apakah hal ini hanya akan menjadi tontonan keseharian masyarakat, layaknya menikmati suguhan sinetron yang tiap jam selalu muncul. Perilaku-perilaku ini semakin hari semakin bertumpuk, dan penyelesaiannya pun selalu dinisbatkan kepada waktu, sebab banyak persoalan-persoalan tersebut hanya menguap tanpa penyelesaian yang jelas seiring berjalannya waktu

Zayyin Alfi Jihad, S. Fil.I

Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Researcher pada CSAT (Center Of Social Analysis and Transformation)

E-Mail : zayyinjihad@yahoo.com

Telp : 081 5795 3366

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://dulgemuk.blogsome.com/2007/02/21/bangsa-yang-menggemari-pedofilia/trackback/

  1. Sepertinya ada tenggat waktu yang harus sedikit direntangkan secara matematis untuk menarik fenomena pedofilia itu ke ranah sosial. 1 tahun bagi usia manusia sama dengan berapa tahun bagi usia bangsa…

    Kalau tidak begitu, jangan-jangan bangsa ini belum jadi anak-anak, tapi malah masih bayi..??

    Tabik, Sinyo…!!!

    Comment by Iqbal @l_Imam — February 23, 2007 @ 3:15 am

  2. PANTUN GELOMBANG CINTA
    ( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
    Oleh : Maulana Mahbub Al - Majnun

    NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
    TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
    HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
    KESEWENANG - WENANGAN MERAJALELA

    SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
    LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
    BENCANA JADI OBYEK WISATA
    PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA

    DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
    AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
    TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
    NUSANTARA NEGERI KUTUKAN

    BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
    ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
    TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
    NUSANTARA MENUJU KIAMAT

    KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
    KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
    BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
    TAPI KAMI SELALU TERTIPU

    NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
    SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
    BERHARAP - BERDOA SEPANJANG WAKTU
    KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?

    KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
    BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
    SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
    PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT

    KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
    INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
    AKAN MUNCUL SEORANG RATU
    YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU

    KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
    MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
    DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
    ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?

    AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
    KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
    WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
    SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN

    AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
    KARENA LAKUMU - LAKU YANG SUCI
    WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
    SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI

    MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
    LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
    BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
    PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN

    UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
    SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
    MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
    BUKAN WAHYU AGAMA BARU

    NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
    TERBITNYA FAJAR - SANG MENTARI HARAPAN
    LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
    GELAP MALAM PENUH JEBAKAN

    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
    JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI

    KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
    ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
    KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
    TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT

    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
    JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI

    KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
    DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
    YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
    DEMI TEGAK HUKUM - KEADILAN ILAHI

    NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
    SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
    SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
    CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI

    RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
    TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
    MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
    HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI

    RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
    TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
    CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
    LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI

    KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
    KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
    LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
    KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU

    BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
    DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
    SATRIO - PINANDITA SIAP MENEMANI
    SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA

    TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
    KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
    BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
    MENGUJI NYALI JIWA PERKASA

    WAHAI APARAT - PENEGAK HUKUM NEGARA
    WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
    WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
    APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!

    Semarang,15 November 2007
    Ditemani Gudang Garam Surya
    Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
    Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti

    Hidayah datang tak pandang bulu
    Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
    salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
    Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
    “MALIKUL MUQSITH”
    Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
    MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
    Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
    IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.

    Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh - ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.

    Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal - karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.

    Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :

    1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.

    2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.

    3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi - nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
    a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
    b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
    c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.

    4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
    a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
    b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
    c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.

    Minimal pertanyaan - pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku - aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
    Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.

    Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
    Sekian..

    Tertanda,
    01’12’2007
    Sunan Kuning Penebar Pesona
    Indonesia

    Keyakinan lebih besar dari kajian seribu kitab.
    Terima kasih telah menyebar luaskan informasi diatas,
    salam

    Comment by sunan kuning penebar pesona — December 5, 2007 @ 8:30 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>



Anti-spam measure: please retype the above text into the box provided.






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Hadley Wickham