Bangsa Yang Menggemari Pedofilia
Bangsa Yang Menggemari Pedofilia
Oleh : Zayyin Alfi Jihad
Ketika mendengar kata pedofilia, bayangan saya langsung tertuju pada beberapa berita yang akhir-akhir ini banyak menghiasi rubrik kriminal baik di media cetak maupun elektronik. Pada rubrik kriminal tersebut sering ditemukan beberapa kasus yang melibatkan anak kecil sebagai korbannya. Misalnya, kasus pencabulan yang dilakukan seorang kakek pada cucunya yang masih ingusan, seorang ayah yang tega menyiksa anak kandungnya yang masih di bawah umur, dan masih banyak lagi beberapa tragedi yang melibatkan anak-anak di bawah umur sebagai objek kekerasannya.
Anak-anak seharusnya bisa tertawa riang dan bermain dengan gembira. Bukan malah dijadikan objek kekerasan yang bisa menyebabkan kematian mereka. Kehidupan anak-anak yang semestinya bisa dinikmati dengan rasa suka cita malah menyisakan ruang-ruang kekhawatiran atas keberlangsungan kehidupan mereka. Isak dan tangis kemudian menjadi penghias anak-anak yang pernah mengalami tragedi penyiksaan tersebut. Hal ini makin diperparah dengan sedikitnya anak-anak yang mau mengadu ke pihak yang berwajib, atau minimal kepada orang terdekatnya tentang derita yang mereka alami. Hal ini juga yang kemudian sering menyulitkan petugas untuk mengambil tindakan.
Untunglah pada tahun 2002 kemudian pemerintah mengeluarakan UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan adanya undang-undang ini, setidaknya sudah ada payung hukum yang mampu menaungi anak-anak tersebut dari perilaku orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Selanjutnya, tinggal bagaimana menyosialisasikan undang-undang ini ke masyarakat. Sebab, masyarakat di negara ini sering bersifat apatis terhadap hukum, karena orientasi hukum yang masih tebang pilih dalam menentukan kebenaran.
Pedofilia adalah kecenderungan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak-anak kecil. Di negara-negara barat, pedofilia biasanya diartikan sebagai keinginan untuk melakukan aktivitas seksual dengan anak yang berusia di bawah 13 tahun. Seseorang yang didiagnosis pedofilia, setidaknya berusia 16 tahun dan biasanya minimal 5 tahun lebih tua daripada korban. Penderita sangat terganggu dan fikirannya dipenuhi dengan khayalan seksual tentang anak-anak, meskipun tidak terjadi aktivitas seksual yang sesungguhnya. Penderita mungkin hanya tertarik pada anak-anak kecil dalam keluarganya sendiri (incest), atau mereka bisa juga mengincar anak-anak kecil di lingkungan sekitarnya. Penderita bisa melakukan pemaksaan atau kekerasan untuk berhubungan seksual dengan anak-anak tersebut dan memberikan ancaman agar korbannya tutup mulut.
Namun pada perkembangannya perilaku pedofilia ini tidak hanya berkutat pada wilayah seksual belaka. Sebab, pemuasan yang didapat tidak hyanya sebatas pada wilayah seksual. Kepuasan itu juga terjadi saat pelaku melakukan penyiksaan, kesewenang-wenangan, arogansi, hingga mengakibatkan kematian.
Bagaimana jadinya jika perilaku pedofilia kemudian menjalar pada berbagai bidang yang masuk dalam kategori anak-anak. Anak-anak tidak hanya dimaknai sebagai realitas fisik (seperti bocah kecil berusia 1-18 tahun) dengan segala sifat-sifatnya. Akan tetapi, muncul sebagai sebuah realitas yang dianggap masih baru, muda, masa pertumbuhan dan berhak mendapat masa depan yang cemerlang. Bayangkan jika jika perilaku pedofilia kemudian bermunculan pada wilayah ekonomi, politik, sosial dan budaya, bagaimana kemudian metamorfosa pedofilia itu berlangsung?
Pedofilia dan Penyakit Nasional
Pasca reformasi 1998, indonesia mengalami perubahan yang cukup signifikan. Demokrasi menjadi buah bibir di mana-mana. Demokrasi diangggap sebagai satrio piningit yang akan membawa Indonesia pada tatanan negara yang lebih maju dan harmonis. Atas dasar demokrasi jugalah, kemudian kran kebebasan bergaung di mana-mana, masyarakat mulai merasa dirinya punya hak terhadap negaranya.
Akan tetapi pertumbuhan demokrasi yang baru seumur jagung ini banyak mengalami kejadian tragis di dalamnya. Pada awal pemerintahan telah tercium aroma politis yang cukup kuat. Hal ini ditunjukan dengan keberadaan para wakil rakyat yang hanya mementingkan ambisi pribadi dan partai. Mereka lebih sering memikirkan kemenangan partai dan kenaikan gaji daripada harus bersusah payah berfikir untuk menumbuhkan iklim demokratis di masyarakat (ingat kasus rapelan gaji angota dewan). Para wakil rakyat hanya menjadi alat dan simbol untuk mencabuli nilai-nilai demokrasi yang baru mulai tumbuh di negari ini.
Pertumbuhan ekonomi pasca resesi yang baru belajar melangkah, tiba-tiba harus tersungkur dengan adanya kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) yang berlapis. Hal ini telah mengakibatkan banyak memunculkan orang-orang miskin baru. Kenaikan BBM yang diikuti dengan kenaikan berbagai macam harga di beberapa sektor telah membuat masyarakat menjadi semakin kerdil dengan kehidupannya. Karena kenaikan BBM, masyarakat nelayan telah mengalami kerugian yang begitu besar dan membuat mereka enggan untuk melaut, sebab biaya membeli solar sangat tinggi dan tidak sebanding dengan hasil tangkapan mereka. Kenaikan BBM pula yang mengakibatkan beberapa orang tidak mampu lagi membeli kebutuhan pokok mereka. Sehingga banyak ditemui orang-orang yang hanya bisa mengonsumsi gaplek (makanan dari ketela pohon), nasi aking (olahan dari nasi yang sudah basi) dan bahkan beberapa lainnya hanya mengandalkan belas kasihan orang lain untuk makan sehari-hari. Bukankah pemerkosaan pada pertumbuhan ekonomi yang baru merangkak juga perilaku pedofilia? Apakah pelecehan atas hak-hak masyarakat untuk mendapat kesejahteraan yang layak juga disebut perilaku pedofilia?
Perilaku pedofilian juga bisa kita temui pada persoalan sosial dan budaya. Perdamaian yang mulai bersemi di negera ini pasca konflik SARA yang terjadi di Ambon, Maluku, Poso dan beberapa daerah lainnya harus terkoyak lagi oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab. Keresahan kembali menggelayuti para warga di Bumi Sintuwu Maroso alias Poso. Akhir-akhir banyak sekali kejadian dan isu-isu yang mencoba menciptakan iklim tidak tenang yang berbau SARA di bumi Poso. Mulai dari peristiwa mutilasi tiga siswi SMU yang menghebohkan hingga isu-isu bom dan yang terakhir adalah kasus Tanah Runtuh yang menewaskan satu orang dan melibatkan beberapa anggota Brimob dan TNI. Perdamaian yang mulai dipupuk dari awal dan baru bertunas ini telah dikoyak oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab, apakah ini juga bukan bagian dari praktik pedofilia?
Pendidikan yang diharapkan mampu membentuk generasi bangsa yang lebih maju dan berwawasan luas ternyata malah membuat banyak anak usia sekolah di negara ini tidak dapat menikmatinya. Hal ini disebabkan biaya pendidikan yang mahal. Sehingga tidak mampu dijangkau oleh masyarakat miskin. Pendapatan mereka hanyab cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Boro-boro memikirkan sekolah, untuk makan keesokan harinya saja mereka pusing memikirkannya. Kondisi pendidikan semacam ini telah “membunuh” anak bangsa yang harusnya mengenyam pendidikan untuk masa depannya. Akhirnya mereka hanya puas dengan menjadi gelandangan di jalanan tanpa jaminan hidup yang layak.
Bangsa dengan kondisi yang Akut
Kalau perilaku pelecehan dan kekerasan terhadap Anak mampu dipayungi dalam naungan aturan dan undang-undang yang jelas, lalu bagaimana dengan perilaku-perilaku pedofilia pada ranah yang lebih publik dan korban yang dihasilkan juga lebih banyak. Bukankah membakar hutan yang mengakibatkan kematian berbagai macam tanaman yang baru tumbuh dan siap berkembang adalah kecenderungan pedofilia? Mahalnya biaya pendidikan yang mengakibatkan banyak anak-anak usia sekolah harus meninggalkan bangku sekolah karena tidak mampu menyelesaikan urusan administrasi, apakah juga bukan kecenderungan pedofilia? Mencederai iklim demokratis yang baru muncul dengan ambisi-ambisi politis yang mengakibatkan bangsa ini terus terseok, apakah juga bukan perilaku peofilia?
Apakah hal ini hanya akan menjadi tontonan keseharian masyarakat, layaknya menikmati suguhan sinetron yang tiap jam selalu muncul. Perilaku-perilaku ini semakin hari semakin bertumpuk, dan penyelesaiannya pun selalu dinisbatkan kepada waktu, sebab banyak persoalan-persoalan tersebut hanya menguap tanpa penyelesaian yang jelas seiring berjalannya waktu
Zayyin Alfi Jihad, S. Fil.I
Penulis adalah Mahasiswa Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Researcher pada CSAT (Center Of Social Analysis and Transformation)
E-Mail : zayyinjihad@yahoo.com
Telp : 081 5795 3366

Sepertinya ada tenggat waktu yang harus sedikit direntangkan secara matematis untuk menarik fenomena pedofilia itu ke ranah sosial. 1 tahun bagi usia manusia sama dengan berapa tahun bagi usia bangsa…
Kalau tidak begitu, jangan-jangan bangsa ini belum jadi anak-anak, tapi malah masih bayi..??
Tabik, Sinyo…!!!
Comment by Iqbal @l_Imam — February 23, 2007 @ 3:15 am
PANTUN GELOMBANG CINTA
( JERIT HATI DAN HARAPAN RAKYAT JELATA )
Oleh : Maulana Mahbub Al - Majnun
NUSANTARA NEGERI YANG KAYA
TEMPAT KORUPTOR BERPESTA PORA
HUKUM HANYA MILIK YANG KAYA
KESEWENANG - WENANGAN MERAJALELA
SUDAH JATUH TERTIMPA TANGGA
LIHAT ORANG SUSAH MALAH TERTAWA
BENCANA JADI OBYEK WISATA
PENGGAL SAJA BIANG KEROKNYA
DUNIA DISEMBAH LAYAKNYA TUHAN
AGAMA JADI BAHAN CEMOOHAN
TAK DIRASA SEMUA PERINGATAN
NUSANTARA NEGERI KUTUKAN
BEBAN HIDUP SEMAKIN BERAT
ORANG BAIK BERUBAH JAHAT
TOBAT NASIONAL SUDAH TERLAMBAT
NUSANTARA MENUJU KIAMAT
KAMI WONG CILIK INGIN MENGADU
KEPADA SIAPA KAMI TAK TAHU
BERULANG KALI NYOBLOS PEMILU
TAPI KAMI SELALU TERTIPU
NASIB KAMI TAK PERNAH MENENTU
SAMPAI KAPAN KAMI TAK TAHU
BERHARAP - BERDOA SEPANJANG WAKTU
KAPAN LAKU GELOMBANG CINTAKU ?
KAMI WONG MLARAT PALING NGGAK KUAT
BILA MELIHAT TINGKAH POLAH PEJABAT
SEMUCI – SUCI DAN SEOLAH NINGRAT
PADAHAL DIBELAKANG, . . . . BEJAT
KAMI WONG CILIK CUMA INGIN TAHU
INI MEMANG BENAR ATAU CUMAN ISU ?
AKAN MUNCUL SEORANG RATU
YANG MEMIMPIN ATAS PERINTAH WAHYU
KEYAKINAN TAK BUTUH PEMBUKTIAN
MANUSIA BEBAS TENTUKAN PILIHAN
DIPUNCAK ZAMAN KEHANCURAN
ADAKAH JENDRAL BERHATI INTAN ?
AKU MEMANGGILMU KSATRIA NUSANTARA
KARENA DHARMAMU PADA KEBENARAN
WALAU NASIBMU TERLUNTA – LUNTA
SEMOGA ENGKAU BEROLEH PANGAYOMAN
AKU MEMANGGILMU PANDITA NUSANTARA
KARENA LAKUMU - LAKU YANG SUCI
WALAU DIHEMPAS BADAI DERITA
SEMOGA HIDUPMU SELALU DIBERKATI
MANUSIA PICIK GAMPANG BERMUSUHAN
LANTARAN NAIF MEMAKNAI FIRMAN
BILA TAK TURUN WAHYU KEPEMIMPINAN
PENAFSIRAN EGO MENJADI TUHAN
UMAT MENCARI – CARI DISAAT SEKARAT
SOSOK MANUSIA YANG MENERIMA WAHYU
MELURUSKAN KEMBALI AJARAN NABI MUHAMMAD
BUKAN WAHYU AGAMA BARU
NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
TERBITNYA FAJAR - SANG MENTARI HARAPAN
LANGKAH AVATAR SANGAT HATI – HATI
GELAP MALAM PENUH JEBAKAN
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA ILMU PENERAWANGAN TERTINGGI
KELUAR MASUK PURA MANGKUNEGARAN
ALLHAMDULILLAH ORA KONANGAN
KELUAR MASUK RUMAH PEJABAT
TETAP SAJA TIDAK TERLIHAT
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
TAK TERJANGKAU SEMUA PREDIKSI
JUGA PENERAWANGAN GAIB TERTINGGI
KECUALI OLEH MEREKA YANG DIKEHENDAKI
DIANTARA HAMBA – HAMBA SEJATI
YANG RELA MEMPERSEMBAHKAN DIRI
DEMI TEGAK HUKUM - KEADILAN ILAHI
NUSANTARA TAK SABAR MENANTI
SATRIO PININGIT RAHASIA ILLAHI
SEDERHANA, TAK BANYAK KONSEP TEORI
CUKUP MENGAMBIL YANG TULUS SUCI
RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
MANUSIA LUGU MBOTEN MITAYANI
HANYA JALANKAN AMANAH ILLAHI
RATU ADIL ALIAS IMAM MAHDI
TAK PUNYA AMBISI MEMIMPIN NEGERI
CUKUP MENCETAK KADER MUMPUNI
LALU MENGHILANG BAK DITELAN BUMI
KITA SAMPAI DIBATAS WAKTU
KEBENARAN SEJATI MENUNTUN LAKU
LETAKKAN SEMENTARA PEMAHAMANMU
KITA DENGARKAN PENUTURAN WAHYU
BAGI YANG SUNGGUH MEMBUKA HATI
DENGAN POLOS TANPA PRASANGKA
SATRIO - PINANDITA SIAP MENEMANI
SAMPAIKAN KEBENARAN APA ADANYA
TABIR MASA MEMBUNGKUS RAHASIA
KAYAKAN CERITA AKAN NUANSA
BERDETAK JANTUNG KARENA ASA
MENGUJI NYALI JIWA PERKASA
WAHAI APARAT - PENEGAK HUKUM NEGARA
WAHAI ULAMA – PANDITA NUSANTARA
WAHAI PUTRA – PUTRA TERBAIK BANGSA
APAKAH AKAL DAN NURANIMU BUTA !!
Semarang,15 November 2007
Ditemani Gudang Garam Surya
Gudang air mata,Garam kehidupan, Surya pencerahan
Bravo IMAM MAHDI, para kekasih tak sabar menanti
Hidayah datang tak pandang bulu
Merasuk kedasar keyakinan,sepenuhnya atas kuasaNYA
salam bagi semua “orang gila” Semoga kita segera bersua.
Puisi ini adalah puisi orisinil penulis, yang diilhami dari mimpi 7 kali berjumpa IMAM MAHDI alias RATU ADIL alias SATRIO PININGIT alias AVATAR alias SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU alias
“MALIKUL MUQSITH”
Allah Subhaanahu Wataaala memberi GELAR KHUSUS sosok orang yang menerima wahyu diakhir zaman ini dengan gelar dan panggilan “MALIKUL MUQSITH”
MALIKUL – MUQSITH bila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia kurang lebih berarti RAJA ( PENEGAK ) KEADILAN alias RATU ADIL.
Dia menerima wahyu untuk meluruskan kembali ajaran Nabi Muhammad yang sudah banyak di selewengkan, ditambah – dikurangi serta di putar balikkan. Wahyu yang diterima bukanlah wahyu KENABIAN sehingga jelas tidak membawa AGAMA BARU, dan orang yang menerima wahyu ini sangat tidak pantas dan SALAH BESAR jika di sebut NABI BARU.
IMAM MAHDI adalah sebutan atau istilah yang lain untuk sosok yang dipanggil ALLAH dengan MALIKUL MUQSITH ini, ia NYATA dan memang benar – benar ADA. IMAM MAHDI berarti pemimpin pemberi petunjuk . RATU ADIL juga menerima wahyu kepemimpinan dalam arti RATU ADIL adalah orang yang memang dipilih ALLAH dan DIPERINTAH untuk memimpin dan membenahi negeri ini (NUSANTARA). Dalam konteks Indonesia yang sempit, beliau menjadi RATU ADIL dan dalam kapasitas yang lain dalam konteks dunia yang lebih luas beliau menjadi IMAM MAHDI.
Di zaman kelak Ratu Adil memimpin, kebenaran dan HUKUM ILAHI akan benar – benar ditegakkan. Meskipun beliau seorang muslim yang taat menjalankan syariat, tapi beliau memiliki toleransi dan apresiasi yang tinggi dengan semua pemeluk agama dan semua aliran kepercayaan. Beliau mengayomi semua golongan dengan keadilan, kebenaran, dan kejujuran. Beliau didampingi oleh ruh - ruh para Nabi dari semua AGAMA BESAR di dunia, baik Isa, Muhammad, Musa, Daud, Adam, Sri krisna, & Sidharta Gautama. Selain itu turut mendampingi beliau ruh leluhur Pulau jawa yaitu Sunan Lawu alias Brawijaya Pamungkas, Eyang Sabdo Palon dan Naya Genggong. Selain itu turut mengawal beliau ruh-ruh seluruh raja NUSANTARA yang bertaqwa .Juga banyak ratusan ruh wali-wali dari semua agama di sepanjang sejarah umat manusia . Allah tidak tanggung – tanggung dalam menurunkan seluruh KEKUATANNYA untuk mewujudkan tata kehidupan dunia yang lebih spirituaL dan lebih manusiawi. Kekuatan Allah itu dititipkan sebagai fasilitas perjuangan kepada IMAM MAHDI – RATU ADIL dan PASUKANNYA. Alangkah berbahagia jika anda yang membaca tulisan ini bisa ambil bagian menjadi pasukan MALIKUL MUQSITH ini.
Penulis sebelumnya adalah orang yang skeptis akan RATU ADIL yang menurut penulis itu Cuma MITOS. Tetapi petunjuk mimpi yang beruntun sebanyak 7 kali dalam kurun waktu th. 2005 – 2007, telah merubah pandangan dan keyakinan penulis secara drastis dan radikal - karena disetiap mimpi, gambarannya begitu jelas dan gamblang. Serta “ndilalah” semua informasi dari ketujuh petunjuk mimpi bisa terekam rinci dalam ingatan penulis. Selain berisi banyak informasi, petunjuk mimpi itu juga memberi beberapa terapi atau METODE PEMBERSIHAN JIWA TERBAIK MENURUT VERSI ALLAH SWT, sehingga berpengaruh dahsyat bagi lahir batin penulis.
Tulisan ini adalah media bagi penulis untuk berbagi pengalaman dan mempromosikan keyakinan yang nyata. Dan semoga berguna sebagai sarana untuk menjembatani pemahaman masyarakat terhadap keberadaan Beliau yang sebenarnya memang nyata adanya. Penulis prihatin dengan banyaknya orang yang mengaku – aku menerima wahyu tanpa bisa memberi bukti kongkrit yang meyakinkan bahwa mereka (yang ngaku-ngaku itu) benar – benar menerima wahyu. Sebagai panduan agar masyarakat tidak dibodohi maka penulis ingin menginformasikan bahwa orang yang menerima wahyu :
1. Kenal akrab dengan Malaikat Jibril sebagai Malaikat Penyampai Wahyu. Dan tahu secara rinci tentang Jibril- termasuk bunyi redaksi tasbih malaikat jibril kepada Allah.Begitu pula bacaan tasbih dari Malaikat – Malaikat yang lain, Imam Mahdi yang sanggup berkomunikasi dengan mereka pasti tahu bacaannya semua.
2. Jika benar seseorang menerima wahyu, dia pasti juga mengalami pembersihan jiwa langsung dari Allah sebagaimana Nabi Muhammad mengalaminya. Mengapa ? karena untuk menerima wahyu suci, jiwa seorang penerima wahyu HARUS disucikan dulu oleh Dzat yang Maha Suci untuk sanggup menerima wahyu yang suci.
3. Sebagai sesama penerima wahyu, seorang IMAM MAHDI atau apapun istilah dan namanya pasti sangat mengenal SELUK BELUK nabi - nabi sebelumnya yang juga menerima wahyu. Meskipun dalam konteks IMAM MAHDI wahyu yang turun bukanlah wahyu kenabian, tetapi pasti seorang IMAM MAHDI mengenal dengan rinci rahasia yang dimiliki Nabi Muhammad, begitu juga nabi – nabi sebelumnya. Sebagai cara untuk mengetes misalnya :
a. Seorang IMAM MAHDI pasti tahu dan bisa menunjukkan bacaan tasbih Nabi Daud kepada Allah.
b. Imam Mahdi pasti tahu hadist – hadist Nabi Muhammad yang di palsukan atau yang TAK PERNAH SAMPAI kepada kita karena sebab – sebab tertentu padahal dulu hadist itu benar – benar ada.
c. Imam Mahdi pasti tahu kapan dan pada usia berapa Nabi Isa wafat, dan tahu bunyi doa yang dipanjatkan Nabi Isa saat diizinkan Allah menghidupkan orang yang sudah mati.
4. Bila benar seorang RATU ADIL sejati yang menerima WAHYU KEPEMIMPINAN, dia pasti :
a. Mengerti kunci untuk membuka harta karun NUSANTARA dan seluruh kekayaan alam yang berguna untuk membangun kemakmuran rakyat.
b. Sanggup meluruskan sejarah perjalanan bangsa yang diputarbalikkan.
c. Mengerti cara yang paling tepat dalam memimpin dan mengatur INDONESIA.
Minimal pertanyaan - pertanyaan diatas jika bisa di jawab oleh siapa saja yang mengaku - aku dan ia bisa menunjukkan dengan meyakinkan, maka BER BAI’AT LAH karena seorang IMAM MAHDI yang sejati pasti bisa menjawab semua pertanyaan yang sangat mendasar dan eksistensial itu.
Baiklah, kami kira masih banyak petunjuk mimpi yang tidak semuanya bisa saya ungkapkan-kecuali jika anda meyakini karena didorong oleh rasa pencarian sejati layaknya seorang pencari kebenaran ALLAH yang hakiki.
Cukup sekian semoga tulisan ini bisa berguna……amin.
Sekian..
Tertanda,
01’12’2007
Sunan Kuning Penebar Pesona
Indonesia
Keyakinan lebih besar dari kajian seribu kitab.
Terima kasih telah menyebar luaskan informasi diatas,
salam
Comment by sunan kuning penebar pesona — December 5, 2007 @ 8:30 am