<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Kang Marx, Maafkan Aku …!</title>
	<link>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 12:41:45 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: Gudang Program</title>
		<link>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-12</link>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 23:42:06 +0100</pubDate>
		<guid>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-12</guid>
					<description>Klik http://www.gudangprogram.blogspot.com untuk Info SoftwareGratis</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Klik <a href='http://www.gudangprogram.blogspot.com' rel='nofollow'>http://www.gudangprogram.blogspot.com</a> untuk Info SoftwareGratis
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Kang Moko</title>
		<link>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-11</link>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2007 04:06:13 +0100</pubDate>
		<guid>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-11</guid>
					<description>Masalahnya mungkin bukan karena Marx 'datang' atau 'tidak datang' dalam mimpi. Jika dia datang saat ini, pasti dia akan berpikir dua kali untuk berharap banyak pada buruh; sebab pancang harapannya itu juga sudah terserap dalam sistem kapitalisme yang mau ditentangnya.

Masalahnya sekarang adalah bagaimana menjadikan KESERAKAHAN kapitalisme itu tampak nyata kepada para buruh dan semua orang. Termasuk mereka yang sedang berdiskusi itu...</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Masalahnya mungkin bukan karena Marx &#8216;datang&#8217; atau &#8216;tidak datang&#8217; dalam mimpi. Jika dia datang saat ini, pasti dia akan berpikir dua kali untuk berharap banyak pada buruh; sebab pancang harapannya itu juga sudah terserap dalam sistem kapitalisme yang mau ditentangnya.</p>
	<p>Masalahnya sekarang adalah bagaimana menjadikan KESERAKAHAN kapitalisme itu tampak nyata kepada para buruh dan semua orang. Termasuk mereka yang sedang berdiskusi itu&#8230;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: dina</title>
		<link>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-10</link>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2007 03:11:38 +0100</pubDate>
		<guid>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-10</guid>
					<description>&quot;untung&quot; Marx sudah mati ya?
Tapi apa benar Marx &quot;sudah mati?&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>&#8220;untung&#8221; Marx sudah mati ya?<br />
Tapi apa benar Marx &#8220;sudah mati?&#8221;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Administrator</title>
		<link>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-9</link>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2007 03:04:16 +0100</pubDate>
		<guid>http://dulgemuk.blogsome.com/2007/03/23/p10/#comment-9</guid>
					<description>....., aku juga tadi malam bermimpi ketemu San Budha, beliau mengeluh; kenapa patungnya dibuat dari emas padahal ia mengajarkan kesederhanaan ?

Aku jawab : &quot;Ok, Sang Budha, aku akan mintakan royaltinya buatmu&quot;.

Sang Budha : &quot;Royalti ? wah mantap itu, tolong juga kau uruskan royalti untuk penemuan2 Karl Marks ya, kasihan dia. Kalian menhasilkan uang banyak dengan mecnetak teori2nya dalam buku, dan kalian tidak memberikan konpensai apaun untuknya&quot;.

Aku : (dalam hati) &quot;Ah, emangnya kau tahu apa itu royalti?&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>&#8230;.., aku juga tadi malam bermimpi ketemu San Budha, beliau mengeluh; kenapa patungnya dibuat dari emas padahal ia mengajarkan kesederhanaan ?</p>
	<p>Aku jawab : &#8220;Ok, Sang Budha, aku akan mintakan royaltinya buatmu&#8221;.</p>
	<p>Sang Budha : &#8220;Royalti ? wah mantap itu, tolong juga kau uruskan royalti untuk penemuan2 Karl Marks ya, kasihan dia. Kalian menhasilkan uang banyak dengan mecnetak teori2nya dalam buku, dan kalian tidak memberikan konpensai apaun untuknya&#8221;.</p>
	<p>Aku : (dalam hati) &#8220;Ah, emangnya kau tahu apa itu royalti?&#8221;
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
